Pages

Friday, October 16, 2015

TNI Aktifkan Bela Negara, Samakah Dengan Wajib Militer ?



TNI Aktifkan Bela Negara, Samakah Dengan Wajib Militer ?

Pada 12 Oktober lalu, Menhan Ryamizard Ryacudu meluncurkan program Bela Negara, program yang nantinya diikuti seluruh warga Indonesia yang berumur dibawah 50 tahun wajib mengikuti nya apapun profesinya. Namun program ini berbeda dengan program Wajib Militer seperti di Korea Selatan, karena Negara kita sedang tidak dalam peperangan dan tidak dalam ancaman. 

Sejatinya program ini dibuat agar dapat mewujudkan Indonesia yang kuat di tengah kompleksitas berbagai bentuk ancaman nyata. Menurut Menhan Ryamizard Ryacudu, nantinya pada program ini memang menggunakan senjata, tetapi hanya pengenalan terhadap senjata saja bukan latihan menembak dan juga tentunya nanti ada latihan fisik yang tidak sampai 10%, namun tidak ada bela diri militer di program ini. 

Menhan Ryamizard menargetkan 100 juta warga menjadi kader bela Negara yang harus tercapai tahun ini, Ryamizard juga berkata ini adalah kewajiban dari semua kalangan sekolah hingga pekerja, namun menurut Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Djundan Eko Bintoro, ini bukanalah kewajiban merupakan suka rela dari warga Indonesia dan harus memenuhi kriteria yaitu berumur 18 tahun keatas dan sehat jasmani. 

Memang kekuatan militer sebuah Negara tak hanya dilihat dari Alutsista nya, tetapi juga dilihat dari Sumber Daya Manusia yang dimilikinya dan juga program ini mencontoh Negara Israel yang melakukan program serupa agar warga nya terlatih. Namun hingga saat ini program tersebut masih belum jelas karena masih menjadi pro dan kontra di kalangan masyarakat, seperti masalah anggaran untuk melaksanakan program tersebut yang pasti akan menggunakan banyak anggaran Negara, namun menurut DPR anggaran bela Negara berada dibawah anggaran gaji prajurit, yang berarti memungkinkan program ini dilaksanakan sesegera mungkin.

Menurut Wakil Ketua DPR-RI Fadhli Zon, program Bela Negara ini belum menjadi kepentingan yang berarti, karena Indonesia masih mempunyai banyak masalah pada beberapa sektor. Sektor tersebut meliputi Alutsista TNI yang beberapa diantaranya sudah ketinggalan zaman dan juga anggaran nya yang malah diturunkan. Ada juga masalah seperti kabut asap yang tak kunjung menghilang di langit Sumatra dan Kalimantan, ini membuat program tersebut menjadi program yang memang sejatinya dilakukan pada tahun 2016, tidak lansgung dilakukan di tahun ini karena masih banyak aturan-aturan yang harus di atur untuk program tersebut.

No comments:

Post a Comment