TNI Aktifkan Bela Negara, Samakah
Dengan Wajib Militer ?
Pada 12 Oktober lalu, Menhan Ryamizard Ryacudu
meluncurkan program Bela Negara, program yang nantinya diikuti seluruh warga
Indonesia yang berumur dibawah 50 tahun wajib mengikuti nya apapun profesinya.
Namun program ini berbeda dengan program Wajib Militer seperti di Korea
Selatan, karena Negara kita sedang tidak dalam peperangan dan tidak dalam
ancaman.
Sejatinya program ini dibuat agar dapat mewujudkan
Indonesia yang kuat di tengah kompleksitas berbagai bentuk ancaman nyata. Menurut
Menhan Ryamizard Ryacudu, nantinya pada program ini memang menggunakan senjata,
tetapi hanya pengenalan terhadap senjata saja bukan latihan menembak dan juga
tentunya nanti ada latihan fisik yang tidak sampai 10%, namun tidak ada bela
diri militer di program ini.
Menhan Ryamizard menargetkan 100 juta warga menjadi
kader bela Negara yang harus tercapai tahun ini, Ryamizard juga berkata ini
adalah kewajiban dari semua kalangan sekolah hingga pekerja, namun menurut Kepala
Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Djundan Eko Bintoro,
ini bukanalah kewajiban merupakan suka rela dari warga Indonesia dan harus
memenuhi kriteria yaitu berumur 18 tahun keatas dan sehat jasmani.
Memang
kekuatan militer sebuah Negara tak hanya dilihat dari Alutsista nya, tetapi
juga dilihat dari Sumber Daya Manusia yang dimilikinya dan juga program ini
mencontoh Negara Israel yang melakukan program serupa agar warga nya terlatih.
Namun hingga saat ini program tersebut masih belum jelas karena masih menjadi
pro dan kontra di kalangan masyarakat, seperti masalah anggaran untuk
melaksanakan program tersebut yang pasti akan menggunakan banyak anggaran
Negara, namun menurut DPR anggaran bela Negara berada dibawah anggaran gaji prajurit,
yang berarti memungkinkan program ini dilaksanakan sesegera mungkin.
Menurut
Wakil Ketua DPR-RI Fadhli Zon, program Bela Negara ini belum menjadi
kepentingan yang berarti, karena Indonesia masih mempunyai banyak masalah pada
beberapa sektor. Sektor tersebut meliputi Alutsista TNI yang beberapa
diantaranya sudah ketinggalan zaman dan juga anggaran nya yang malah
diturunkan. Ada juga masalah seperti kabut asap yang tak kunjung menghilang di
langit Sumatra dan Kalimantan, ini membuat program tersebut menjadi program yang
memang sejatinya dilakukan pada tahun 2016, tidak lansgung dilakukan di tahun
ini karena masih banyak aturan-aturan yang harus di atur untuk program
tersebut.




No comments:
Post a Comment