Indonesia
Darurat Kabut Asap
Sejak beberapa bulan terakhir ini kita tahu bahwa
sedang terjadinya tragedi kabut asap di Indonesia tepatnya di pulau Sumatra
& Kalimantan yang disebabkan oleh ulah manusia yang ingin membuka lahan
baru dengan cara membakar lahan yang lama, banyak dari oknum pelaku pembakaran
hanyalah orang suruhan suatu perusahaan, perusahaan tersebut membakar lahan
lama karena lebih mudah dan hanya mengeluarkan uang yang lebih sedikit daripada
mebuka lahan dengan menyewa alat berat.
Kebakaran ini disebabkan pembakaran lahan gambut,
karena 10% dari daratan di Indonesia adalah lahan gambut, dimana paling banyak
ditemukan di pulau Sumatra, Kalimantan dan Papua. Pada umumnya lahan gambut
sulit dibakar tapi saat dikeringkan, lahan gambut menjadi sangat mudah terbakar
karena mengandung karbon yang tinggi, ia dapat berubah menjadi tungku api
raksasa, yang menghasilkan api tiga kali lebih besar dari kebakaran biasa.
Di salah satu kota di pulau Sumatra tepatnya di
Jambi , Indeks Standar Pencemaran Udara sudah mencapai angka 601 atau dua kali
lipat dari standar batas udara aman, bahkan pada angka 300 pun sudah dianggap
berbahaya. Sudah selayaknya pemerintah Indonesia menaikan status nya menjadi
bencana Nasional.
Bahkan Negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura
pun ikut terkena imbasnya. Di Singapura sudah tembus di angka 300 untuk Indeks
Standar Pencemaran Udara nya, dan warga Singapura diminta untuk mengurangi
aktivas luar ruangan. Sedangkan di Malaysia semua kegiatan belajar mengajar
diliburkan kecuali di Negara bagian Kelantan, Sabah, dan Serawak, di kedua
Negara tersebut kunjungan wisata menjadi berkurang dan membuat warga kedua
Negara itu menjadi geram karena selain menghirup udara yang tidak sehat mereka
juga jadi sulit untuk melakukan kegiatan.
Kembali ke Negara kita lagi, memang di Indonesia
kualitas udara nya jauh lebih parah dibanding di Malaysia ataupun Singapura,
bahkan di Indonesia pun sudah merenggut nyawa dan menyebabkan banyak orang
menderita ISPA ( Infeksi Saluran Pernapasan Akut ). Sangat beruntung bagi
mereka yang tidak tinggal di pulau Sumatra, terlebih di pulau Jawa yang sama
sekali tidak terkena kabut asap, andai kata pulau Jawa dan tentunya Ibukota
Jakarta terkena kabut asap, sudah pastilah ini akan menjadi bencana nasional, karena
seperti yang kita tahu penduduk di pulau Jawa lebih padat daripada penduduk di
Pulau Sumatra, dan juga menjadi pemberitaan yang lebih heboh dibanding kabut
asap di Sumatra, karena pemberitaan kabut asap di Sumatra seakan-akan menjadi
angin lalu bagi beberapa orang yang tidak terkena imbasnya.
Sebagai warga Indonesia sudah sepatutnya kita malu
atas kejadian yang menimpa Negara sendiri dan juga tentunya Negara tetangga
kita, bahkan warga Negara Malaysia dan Singapura menyindir Indonesia di
Jejaring Sosial Twitter dengan menggunakan hashtag “#TerimaKasihIndonesia”,
betapa malunya kita disindir seperti ini, tetapi di Indonesia juga menggunakan
hashtag “#MelawanAsap” untuk mendukung penuntasan asap di Indonesia, banyak
dari para artis ibukota sampai warga biasa mendukung gerakan ini.
Beberapa
hari terakhir ini Indonesia akhirnya menerima bantuan pemadaman asap dari
beberapa Negara seperti Malaysia, Singapura, dan Australia. Semoga dengan
datangnya bantuan pemadaman ini, masalah kabut asap di Indonesia segara tuntas,
dan juga kita berharap pada pemerintah bahwa pada tahun-tahun selanjutnya
jangan sampai ada lagi masalah kabut asap yang mengkhawatirkan sekaligus
memalukan ini, sudah cukup sampai tahun ini saja masalah kabut asap terus
menjadi masalah dari tahun ketahun, sudah saatnya pemerintah mengusut tuntas
perusahaan yang membakar lahan tersebut agar tidak terjadi lagi kabut asap di
masa mendatang.




No comments:
Post a Comment