Pages

Friday, October 16, 2015

Indonesia Darurat Kabut Asap



Indonesia Darurat Kabut Asap

Sejak beberapa bulan terakhir ini kita tahu bahwa sedang terjadinya tragedi kabut asap di Indonesia tepatnya di pulau Sumatra & Kalimantan yang disebabkan oleh ulah manusia yang ingin membuka lahan baru dengan cara membakar lahan yang lama, banyak dari oknum pelaku pembakaran hanyalah orang suruhan suatu perusahaan, perusahaan tersebut membakar lahan lama karena lebih mudah dan hanya mengeluarkan uang yang lebih sedikit daripada mebuka lahan dengan menyewa alat berat.

Kebakaran ini disebabkan pembakaran lahan gambut, karena 10% dari daratan di Indonesia adalah lahan gambut, dimana paling banyak ditemukan di pulau Sumatra, Kalimantan dan Papua. Pada umumnya lahan gambut sulit dibakar tapi saat dikeringkan, lahan gambut menjadi sangat mudah terbakar karena mengandung karbon yang tinggi, ia dapat berubah menjadi tungku api raksasa, yang menghasilkan api tiga kali lebih besar dari kebakaran biasa. 

Di salah satu kota di pulau Sumatra tepatnya di Jambi , Indeks Standar Pencemaran Udara sudah mencapai angka 601 atau dua kali lipat dari standar batas udara aman, bahkan pada angka 300 pun sudah dianggap berbahaya. Sudah selayaknya pemerintah Indonesia menaikan status nya menjadi bencana Nasional. 

Bahkan Negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura pun ikut terkena imbasnya. Di Singapura sudah tembus di angka 300 untuk Indeks Standar Pencemaran Udara nya, dan warga Singapura diminta untuk mengurangi aktivas luar ruangan. Sedangkan di Malaysia semua kegiatan belajar mengajar diliburkan kecuali di Negara bagian Kelantan, Sabah, dan Serawak, di kedua Negara tersebut kunjungan wisata menjadi berkurang dan membuat warga kedua Negara itu menjadi geram karena selain menghirup udara yang tidak sehat mereka juga jadi sulit untuk melakukan kegiatan. 

Kembali ke Negara kita lagi, memang di Indonesia kualitas udara nya jauh lebih parah dibanding di Malaysia ataupun Singapura, bahkan di Indonesia pun sudah merenggut nyawa dan menyebabkan banyak orang menderita ISPA ( Infeksi Saluran Pernapasan Akut ). Sangat beruntung bagi mereka yang tidak tinggal di pulau Sumatra, terlebih di pulau Jawa yang sama sekali tidak terkena kabut asap, andai kata pulau Jawa dan tentunya Ibukota Jakarta terkena kabut asap, sudah pastilah ini akan menjadi bencana nasional, karena seperti yang kita tahu penduduk di pulau Jawa lebih padat daripada penduduk di Pulau Sumatra, dan juga menjadi pemberitaan yang lebih heboh dibanding kabut asap di Sumatra, karena pemberitaan kabut asap di Sumatra seakan-akan menjadi angin lalu bagi beberapa orang yang tidak terkena imbasnya.

Sebagai warga Indonesia sudah sepatutnya kita malu atas kejadian yang menimpa Negara sendiri dan juga tentunya Negara tetangga kita, bahkan warga Negara Malaysia dan Singapura menyindir Indonesia di Jejaring Sosial Twitter dengan menggunakan hashtag “#TerimaKasihIndonesia”, betapa malunya kita disindir seperti ini, tetapi di Indonesia juga menggunakan hashtag “#MelawanAsap” untuk mendukung penuntasan asap di Indonesia, banyak dari para artis ibukota sampai warga biasa mendukung gerakan ini.

Beberapa hari terakhir ini Indonesia akhirnya menerima bantuan pemadaman asap dari beberapa Negara seperti Malaysia, Singapura, dan Australia. Semoga dengan datangnya bantuan pemadaman ini, masalah kabut asap di Indonesia segara tuntas, dan juga kita berharap pada pemerintah bahwa pada tahun-tahun selanjutnya jangan sampai ada lagi masalah kabut asap yang mengkhawatirkan sekaligus memalukan ini, sudah cukup sampai tahun ini saja masalah kabut asap terus menjadi masalah dari tahun ketahun, sudah saatnya pemerintah mengusut tuntas perusahaan yang membakar lahan tersebut agar tidak terjadi lagi kabut asap di masa mendatang.

No comments:

Post a Comment