Fenomena I-Doser
, Berbahayakah ?
Fenomena yang terjadi beberapa minggu ini, yaitu
kemunculan sebuah aplikasi I-Doser, apa sebenarnya itu I-Doser ? I-Doser adalah
sebuah aplikasi ini sejatinya bertujuan untuk merelaksasi dan membantu mengubah
mood, namun lama kelamaan aplikasi ini berkembang dan membuat pemakainya
kecanduan. Untuk menggunakanya, pengguna hanya perlu mendengarkan suara dari aplikasi dengan
headset agar bisa fokus selama 30-40 menit. Aplikasi ini juga masih dijual
bebas di toko aplikasi Apple dan Android.
Namun jika anda tidak mendengarkan
suaranya secara fokus, maka tidak akan berpengaruh apa-apa bagi diri anda, tapi
kalau sebaliknya jelas bisa membuat anda menjadi kecanduan. Banyak orang-orang
menyebut ini sebagai narkoba digital, tetapi menurut BNN ini bukanlah narkoba karena
tidak terdapat dalam undang-undang narkotika, yang menyebutkan bahwa Narkotika adalah zat atau obat yang
berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis,
yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa,
mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan
ketergantungan.
Kemkominfo pun ikut turun tangan
dalam fenomena I-Doser ini, mereka sedang memeriksa juga apakah aplikasi ini
memang berbahaya atau tidak, sehingga jika nantinya terbukti berbahaya akan di
blokir di Indonesia. Aplikasi ini tidak bisa di download secara gratis di toko
aplikasi Apple dan Android melainkan harus membayarnya dengan harga sekitar
Rp50.000 – Rp70.000 di kedua toko aplikasi tersebut, namun itu tak membuat
menjadi tidak laku, masih banyak orang yang rela membeli aplikasi hanya karena
ingin mengetahui apakah memang membuat orang menjadi kecanduan dan
berhalusinasi seperti memakai narkoba.




No comments:
Post a Comment