Pages

Friday, October 16, 2015

Fenomena I-Doser , Berbahayakah ?



Fenomena I-Doser , Berbahayakah ?

Fenomena yang terjadi beberapa minggu ini, yaitu kemunculan sebuah aplikasi I-Doser, apa sebenarnya itu I-Doser ? I-Doser adalah sebuah aplikasi ini sejatinya bertujuan untuk merelaksasi dan membantu mengubah mood, namun lama kelamaan aplikasi ini berkembang dan membuat pemakainya kecanduan. Untuk menggunakanya, pengguna hanya perlu mendengarkan suara dari aplikasi dengan headset agar bisa fokus selama 30-40 menit. Aplikasi ini juga masih dijual bebas di toko aplikasi Apple dan Android. 

Namun jika anda tidak mendengarkan suaranya secara fokus, maka tidak akan berpengaruh apa-apa bagi diri anda, tapi kalau sebaliknya jelas bisa membuat anda menjadi kecanduan. Banyak orang-orang menyebut ini sebagai narkoba digital, tetapi menurut BNN ini bukanlah narkoba karena tidak terdapat dalam undang-undang narkotika, yang menyebutkan bahwa Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semisintetis, yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan.

Kemkominfo pun ikut turun tangan dalam fenomena I-Doser ini, mereka sedang memeriksa juga apakah aplikasi ini memang berbahaya atau tidak, sehingga jika nantinya terbukti berbahaya akan di blokir di Indonesia. Aplikasi ini tidak bisa di download secara gratis di toko aplikasi Apple dan Android melainkan harus membayarnya dengan harga sekitar Rp50.000 – Rp70.000 di kedua toko aplikasi tersebut, namun itu tak membuat menjadi tidak laku, masih banyak orang yang rela membeli aplikasi hanya karena ingin mengetahui apakah memang membuat orang menjadi kecanduan dan berhalusinasi seperti memakai narkoba.




No comments:

Post a Comment