Pages

Showing posts with label Jakarta. Show all posts
Showing posts with label Jakarta. Show all posts

Saturday, December 26, 2015

Kemacetan Yang Tiada Henti Di Jakarta

Seperti yang kita ketahui bersama, kemacetan adalah salah satu masalah terbesar yang dimiliki Jakarta dan menjadi semakin parah di setiap tahunnya, semakin parahnya kemacetan di Jakarta ini bisa disebabkan oleh sudah terlalu banyaknya warga di Jakarta dan juga jumlah kendaraan di Jakarta yang sudah terlalu banyak dan tidak disertai kemampuan jalanan di Jakarta untuk menampun semua kendaraan yang ada.

Seperti yang kita ketahui bersama, waktu kemacetan yang paling parah di saat hari kerja itu biasanya terjadi saat berangkat dan pulang kerja, disaat berangkat kerja akan terlihat lebih macet karena bersamaan dengan jam berangkat anak sekolah dan saat pulang kerja juga bisa lebih parah karena jam pulang kerja di Jakarta itu rata-rata memiliki jam pulang kerja yang sama sehingga saat semua pulang pun jalanan menjadi semakin penuh dan membuat macet.

Sedangkan disaat akhir pekan, jalanan di Jakarta bisa dibilang sedikit lebih lengang karena tidak terdapat aktivitas kerja di beberapa kantor yang ada di jalan protokol seperti di Jalan Jendral Sudirman yang sehari-harinya mengalami kemacetan dan juga diperparah dengan adanya pembangunan MRT Jakarta yang membuat jalanan di sepanjang Jalan Jendral Sudirman hingga Bundaran HI menjadi sempit yang tidak sebanding dengan jumlah kendaraan yang melintas di jalan tersebut.

Pada saat akhir pekan orang-orang di Jakarta lebih suka menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan di seputar kota Jakarta, yang membuat jalanan di sekitar pusat perbelanjaan tersebut menjadi tersendat karena banyaknya kendaraan yang keluar masuk pusat perbelanjaan. Di musim liburan akhir tahun juga menjadi salah satu titik macet yang parah akibat banyaknya orang yang ingin berlibur keluar kota menggunakan mobil, kemacetan tersebut biasa terjadi di jalan tol baik jalan tol dalam kota ataupun luar kota.

Salah satu penyebab kenapa Jakarta semakin macet ialah transportasi massal yang tidak memadai, seperti bis metro mini atau kopaja yang armada nya tidak pernah diperbarui sama sekali dan juga tindak ketidak tertiban para pengemudi nya membuat para penumpang banyak yang beralih menggunakan kendaraan pribadi yang jauh lebih praktis seperti motor, selain harganya murah penggunaan motor juga lebih meningkatkan efisiensi daripada harus membuang waktu menaiki kendaraan umum yang suka berhenti sembarangan dan suka menunggu penumpang hingga penuh yang kita sendiri bahkan tidak tahu kapan penuhnya angkutan itu.

Sudah banyak hal yang dilakukan pemerintah provisnsi DKI Jakarta dalam mengatasi kemacetan seperti diberlakukan nya 3in1 pada waktu sibuk di daerah seperti Jalan Jendral Sudirman, pembuatan Trans Jakarta yang digadang-gadang dapat mengatasi kemacetan Jakarta ternyata tak dapat berbuat banyak, ERP (Electronic Road Pricing) yang masih dalam tahap uji coba meskipun kita tidak pernah tahu kapan pemerintah benar-benar merealisasikan ini karena alat nya sendiri pun salah satunya sudah dipasang di Jalan Jendral Sudirman tepatnya di Jalur Lambat nya dan baru-baru ini pemertinah sedang membuat MRT (Mass Rapid Transit) yang membentang dari Lebak Bulus hingga Bundaran HI, memang bukanlah jalur yang panjang tetapi setidaknya dengan adanya MRT ini kemacetan di Jakarta bisa turun beberapa persen meskipun ini tidak pasti juga.

Friday, December 25, 2015

Banjir Jakarta Dari Tahun ke Tahun

Jakarta, Ibukota Negara Indonesia kita tercinta ini sering sekali mendapatkan masalah di musim penghujan yang datang di akhir tahun dan awal tahun, yang menjadi masalah tentu bukan hujan karena hujan adalah berkah bagi kita semua namun yang menjadi masalah adalah ketika hujan, Jakarta mendapatkan masalah yang tak kunjung selesai dari tahun ke tahun semenjak zaman penjajahan hingga masa reformasi.

Dulu banjir di Jakarta hanya datang setiap 5 tahun sekali hingga sering disebut banjir 5 tahunan, daerah yang sering menjadi langganan banjir adalah seperti daerah Kelapa Gading, Pantai Indah Kapuk dan berbagai daerah lainnya. Banjir di Jakarta terjadi semenjak tahun 1621 diikuti tahun berikutnya tahun 1654 dan 1876. Akibat banjir ini pemerintah Belanda tahun 1918 membangun bendungan yakni Bendungan Hilir, Bendungan Jago dan Bendungan Udik

Namun tiga bendungan itu tidak bisa mengatasi banjir, maka Belanda membangun Banjir Kanal Barat (BKB), mulai dari Pintu Air Manggarai sampai Muara Angke pada tahun 1922. Meski sudah dibangun BKB, Jakarta tetap saja banjir pada Januari 1932. Ratusan rumah di kawasan Jalan Sabang dan Thamrin digenangi air. Di masa pemerintah RI pun banjir besar di Jakarta melanda pada Februari 1976. Jakarta Pusat menjadi lokasi terparah dalam banjir, lebih 200.000 jiwa diungsikan. Setahun kemudian 19 Januari 1977, Jakarta kembali banjir, setidaknya 100.000 jiwa diungsikan.

Memasuki tahun 1980-an  persoalan banjir terus berlanjut. Januari 1984, sebanyak 291 Rukun Tetangga (RT) di aliran Sungai Grogol terendam. Dampaknya terasa di Jakarta Timur, Barat dan Pusat, jumlah total korban tercatat 8.596 kepala keluarga. Lalu pada 13 Februari 1989, giliran Sungai Ciliwung dan Sungai Pesanggrahan meluap akibat tidak mampu menampung banjir kiriman dari hulu, 4.400 kepala keluarga harus mengungsi. Setelah itu hampir setiap tahun terjadi banjir.

Banjir besar kemudian terjadi pada 13 Januari 1997. Hujan deras selama 2 hari menyebabkan 4 kelurahan di Jakarta Timur alibat luapan Sungai Cipinang, 754 rumah, 2640 jiwa terendam air sekitar 80 cm. Selain itu beberapa jalan utama di Jakarta Barat dan Jakarta Pusat pun lumpuh akibat banjir. Banjir pada tahun ini juga menyebabkan sarana telekomunikasi dan listrik mati total. Banjir besar terjadi lagi pada 26 Januari 1999 banjir terjadi lagi di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi. Ribuan rumah terendam, 6 korban tewas, 30.000 jiwa mengungsi.

Lalu pada 2 - 4 Februari 2007 Jakarta dalam kondisi darurat. Banjir menggenangi sekitar 60 persen wilayah Jakarta. Sebanyak 150.000 jiwa mengungsi, 1379 gardu induk terganggu, 420.000 pelanggan listrik terganggu. Dan terjadi lagi pada
15 Januari - 25 Januari 2013 yang ikut pula merendam Istana Negara.

Dan dimasa kepeminpinan Gubernur DKI Jakarta Bpk. Joko Widodo (Jokowi) dan sekarang yang di gantikan oleh wakilnya yaitu Bpk. Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) banyak melakukan pembenahan di berbagai sektor untuk menangani salah satu masalah utama ibukota yaitu banjir dengan banyak cara seperti mentertibkan waduk Ria Rio yang menjadi daerah pemukiman ilegal, membuat Giant Sea Wall di Pantai Jakarta Utara, normalisasi kali ciliwung, dll.

Semua pembenahan dilakukan agar warga DKI Jakarta tidak terkena bencana banjir lagi, dan kini banjir di Jakarta semakin berkurang meskipun tetap banjir tetapi banjir yang biasanya surut lama, kini surut lebih cepat dari biasanya. Maka daripada itu kita dukung selalu PemProv DKI Jakarta dalam membenahi masalah banjir di ibukota agar ibukota menjadi tempat yang bebas banjir.
 

Monday, October 21, 2013

Perjalanan 3 Hari Di Malaysia [ Part 2 ]

Setelah lama ngga posting lagi, mari kita lanjutkan part 2 perjalanan gue di Malaysia, Marilah kita lanjutkan....

Hari Ke 2 ( Genting Highland - Petronas Tower )

Lanjuts lagi, pagi hari selesai sarapan di hotel saya lansgun menuju KL Sentral untuk membeli tiket bis ke Genting, yaa dan ternyata sampai sana ada sedikit kendala di counter-nya, lalu disuruhlah kami ke counter pusatnya yang berada di lantai atas KL Sentral, yaa tiket bis ini sudah termasuk Skyway genting nya juga ternyata , dan harganya RM 10.30

Tiket Skyway & Bis
Setelah menunggu sekitar 30 menit, bis pun datang dan tidak perlu waktu yang lama lagi kita semua sudah berangkat dari KL Sentral ke Genting, dan kurang lebih sekitar 1 jam kami pun tiba di Skyway Station Genting. Yaa sampai sana langsun kami naik ke lantai atas untuk menaiki Gondola nya.

Dan inilah suasana ketika sedang menaiki Skyway
 Kurang lebih sekitar 30 menit kita tiba di puncak, yaa sesampai nya disana kami pun cuman jalan-jalan dan cuman beli cemilan, agak rugi sepertinya ngga masuk ke Wahana disana :( , setelah kurang lebih 2 jam'an kami pun segera membeli tiket untuk kembali ke bawah, kali ini tiket bis & skyway dipisah , kalo tiket bis nya ada di basement yang menyatu dengan terminal bis nya.



Sesampai di KL Sentral, kami pun menaiki LRT untuk menuju ke KLCC atau Petronas Tower. Sesampainya di Petronas Tower kami pun sedikit berfoto-foto, lalu setelah itu menunggu bis GO KL lagi untuk kembali ke Bukit Bintang.

Petronas Twin Tower

Sekitaran Petronas Twin Tower

Hari Ke 3 ( KL Sentral - LCCT - SHIA T3 )




Dan... tibalah pada hari terakhir, 3 hari memang terasa tidak cukup untuk menjelajah Malaysia, mungkin suatu saat nanti saya akan kembali lagi kesini, tapi bukan jadi TKI loh yaa... hahaha. Karena Jadwal check in kami di bandara adalah siang hari, maka kami check out dan menuju ke bandara pada pagi menjelang siang :D. Dan dipercepat saja postingan nya, saya pun tiba di Jakarta menggunakan Tiger Mandala, overall Tiger Mandala ini on time, pesawat nya baru dan pramugari nya baik hehehe.... , dibanding maskapai sebelah yang delay mulu :p . Sekian lah cerita kali ini, mungkin tahun depan kami ada rencana ke Bangkok, yaa tapi kalau ada tiket promo lagi hehehe....

Monday, September 23, 2013

Perjalanan 3 Hari Di Malaysia [ Part 1 ]

Yo... akhirnya kesampean juga gue buat nulis blog lagi, kali ini gue mau berbagi cerita maupun tips selama travelling di Malaysia dan terutama di Kuala Lumpur, langsung aja kali yee gue ceritain dibawah, cekidot gan !

Hari ke 1 ( SHIA - LCCT - Bukit Bintang - Petaling Jaya - Jalan Alor )

Yap dimulai dari dini hari tanggal 21 september kemarin, mulai jam 3 saya dan keluarga sudah melakukan persiapan terakhir dirumah sebelum dijemput oleh taxi yang telah kami pesan jam 4. Tepat jam 5 kurang kami sudah sampai di SHIA T3, langsung check in di counter Mandala dan yaa sekitar jam 7 kami sudah disuruh masuk pesawat dan tidak lama setelah itu pesawat take off, padahal harusnya pesawat take off jam 7.35. Dan tibalah kami di LCCT malaysia, dan yaa ternyata ini terminal biasa banget... lebih mirip kaya terminal bis kali yaa hahaha

LCCT Malaysia
Setelah mengurus passport kami langsung capcus ke bis yang menuju KL sentral, harga tiketnya lupa tapi waktu itu gue beli tiket yg pulang pergi. Sesampai di KL sentral langsung kami menuju ke monorail yg stasiun nya gak jauh dari terminal bis di KL sentral, harga tiket monorail dari KL sentral menuju stasiun bukit bintang itu kalo ngga salah RM 2.10. Next tiba di Bukit Bintang hotel kami langsung menuju hotel untuk istirahat dan menaruh koper.

Yup setelah istirahat kami pun melanjutkan perjalanan menggunakan bis GO KL, oiya bis ini gratis loh dan free wifi di setiap bis nya, tapi bis ini hanya berhenti di halte halte tertentu dan hanya sekitaran daerah KL aja
 
Pemberhentian Bis GO KL
Setelah naik bis ini dari halte Bukit Bintang, kami pun berhenti di halte pasar seni untuk melanjutkan perjalanan ke dataran merdeka. Sesampainya di dataran merdeka yaa cuman buat foto foto dan liat liat aja ternyata hahaha.

Dataran Merdeka
Setelah dari Dataran Merdeka saya melanjutkan perjalanan ke Petaling Jaya katanya sih barangnya murah murah, tapi ternyata masih murahan di mangga dua haha. Lanjut dari Petaling Jaya saya pulang ke Hotel untuk beristirahat. Yaa sekitar Jam 7 malam saya mencari makan di Jalan Alor, disini lebih banyak makanan cina dan tidak halal, tapi saya menemukan makanan yg sepertinya khas malaysia dan halal, harga makanan nya cukup murah yaitu sekitar RM 8.50 sudah berikut minumnya, setelah itupun saya kembali ke hotel untuk tidur.

Alor Street
Yaa untuk hari selanjutnya bersambun yaaa hehehe....