Seperti yang kita ketahui bersama, kemacetan adalah salah satu masalah terbesar yang dimiliki Jakarta dan menjadi semakin parah di setiap tahunnya, semakin parahnya kemacetan di Jakarta ini bisa disebabkan oleh sudah terlalu banyaknya warga di Jakarta dan juga jumlah kendaraan di Jakarta yang sudah terlalu banyak dan tidak disertai kemampuan jalanan di Jakarta untuk menampun semua kendaraan yang ada.
Seperti yang kita ketahui bersama, waktu kemacetan yang paling parah di saat hari kerja itu biasanya terjadi saat berangkat dan pulang kerja, disaat berangkat kerja akan terlihat lebih macet karena bersamaan dengan jam berangkat anak sekolah dan saat pulang kerja juga bisa lebih parah karena jam pulang kerja di Jakarta itu rata-rata memiliki jam pulang kerja yang sama sehingga saat semua pulang pun jalanan menjadi semakin penuh dan membuat macet.
Sedangkan disaat akhir pekan, jalanan di Jakarta bisa dibilang sedikit lebih lengang karena tidak terdapat aktivitas kerja di beberapa kantor yang ada di jalan protokol seperti di Jalan Jendral Sudirman yang sehari-harinya mengalami kemacetan dan juga diperparah dengan adanya pembangunan MRT Jakarta yang membuat jalanan di sepanjang Jalan Jendral Sudirman hingga Bundaran HI menjadi sempit yang tidak sebanding dengan jumlah kendaraan yang melintas di jalan tersebut.
Pada saat akhir pekan orang-orang di Jakarta lebih suka menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan di seputar kota Jakarta, yang membuat jalanan di sekitar pusat perbelanjaan tersebut menjadi tersendat karena banyaknya kendaraan yang keluar masuk pusat perbelanjaan. Di musim liburan akhir tahun juga menjadi salah satu titik macet yang parah akibat banyaknya orang yang ingin berlibur keluar kota menggunakan mobil, kemacetan tersebut biasa terjadi di jalan tol baik jalan tol dalam kota ataupun luar kota.
Salah satu penyebab kenapa Jakarta semakin macet ialah transportasi massal yang tidak memadai, seperti bis metro mini atau kopaja yang armada nya tidak pernah diperbarui sama sekali dan juga tindak ketidak tertiban para pengemudi nya membuat para penumpang banyak yang beralih menggunakan kendaraan pribadi yang jauh lebih praktis seperti motor, selain harganya murah penggunaan motor juga lebih meningkatkan efisiensi daripada harus membuang waktu menaiki kendaraan umum yang suka berhenti sembarangan dan suka menunggu penumpang hingga penuh yang kita sendiri bahkan tidak tahu kapan penuhnya angkutan itu.
Sudah banyak hal yang dilakukan pemerintah provisnsi DKI Jakarta dalam mengatasi kemacetan seperti diberlakukan nya 3in1 pada waktu sibuk di daerah seperti Jalan Jendral Sudirman, pembuatan Trans Jakarta yang digadang-gadang dapat mengatasi kemacetan Jakarta ternyata tak dapat berbuat banyak, ERP (Electronic Road Pricing) yang masih dalam tahap uji coba meskipun kita tidak pernah tahu kapan pemerintah benar-benar merealisasikan ini karena alat nya sendiri pun salah satunya sudah dipasang di Jalan Jendral Sudirman tepatnya di Jalur Lambat nya dan baru-baru ini pemertinah sedang membuat MRT (Mass Rapid Transit) yang membentang dari Lebak Bulus hingga Bundaran HI, memang bukanlah jalur yang panjang tetapi setidaknya dengan adanya MRT ini kemacetan di Jakarta bisa turun beberapa persen meskipun ini tidak pasti juga.




No comments:
Post a Comment